img_1505

Dalam dunia seni budaya Drs Ahmad Darmawi MAg, lebih dikenal dengan nome de plum = ism al-qalam (nama pena) G.P. Ade Dharmawi. Gelar yang diberikan keluarganya secara lengkap adalah Gusti Prabu Tanglung Jaeng Penanggak Sungai Tabuk Mas Curai Bintang Keraminan Madu-i Rahmah Ahmad Dharmawi Rahman Syukur Ridha al-Tsaqafi.

Lahir pada 4 Juni 1966 di Sungai Batang – Indragiri Hilir, Riau dan merupakan anak pertama dari 8 bersaudara. Nama GP Ade Dharmawi adalah Abdul Murad bin Abdul Rahman dan ibu Arbiyah binti H Syukur.

Diantara karya naskah teater yang lahir dari proses kreatifnya: Burung Bala-bala (1986); Tuaka (1987); Tembuni (1988); Jembalang (1988); Puaka (1989); Puncak Gelombang (1990); Perempuan Warung (1993); Perbincangan Roh (1996); Putih Hitam Bersisa (1996); Musyawarah Berbuah Berkah (1997); Baginda Segantang Lada (1997); Ku Yang (1997); Latah Membawa Tuah (1998); Harut Marut (1998); Menanti Purnama di Senapelan 1999); Mencari Tuhan (1999); Sang Gelar (2000); Mahkota Jiwa (2002) dan Cendramatahari (2003); Mambang Laut (2003); Bayang Setumbang Badan (2005).

Melalui berbagai karya berupa naskah, serta aktivitas dan kreatifivtasnya dalam bidang teater/film; media massa cetak Riau melengkapkan namanya dengan sebutan Sultan Teater Riau.

Prestasi dan pristise yang diperolehnya terakui dan terpilihnya sebagai nominator Anugrah Seni Dewan Kesenian Riau (tahun 2001 dan 2003). Pada tahun 2005 mendapat penghargaan sebagai penerima Anugrah Seni Dewan Kesenian Riau dalam bidang teater dan film. Di tahun yang sama; Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Propinsi Riau menganugrahinya dengan penghargaan sebagai Seniman Berprestasi dalam bidang Teater Tradisi.

Setelah lima tahun berturut Sanggar Latah Tuah yang dibinanya terpilih sebagai nominator Anugrah Sagang (2001 s.d. 2005). Akhirnya pada tahun 2006 Sanggar Latah Tuah mendapat anugrah sebagai Lembaga kesenian Pilihan Sagang.

Dengan berbagai pengalaman, baik sebagai pelakon, sutradara, pelatih/instruktur, penulis naskah, kritikus, pembicara/pemakalah dan pengamat/juri dalam bidang teater/film merupakan modal sekaligus bekal dalam proses melahirkan naskah teater berjudul Peterakna.

Kumpulan naskah Peterakna yang terinspirasi dari sejarah Kesultanan Melayu dengan setting Istana sentris berketerangkaian dalam delapan episode, yaitu: Robohnya Kota Melaka; Seulas Nangka; Mangkat Dijulang; Cik Apong; Pengabsahan Raja Kecil; Sengketa Cinta; Buang Asmara dan Marhum Buantan.

SPN Drs Ahmad Darmawi

TTL : Sungai Batang (Inhil) 4 Juni 1966
Isteri : Dra Hanifah Aidil Fitri (Pekanbaru, 15 Maret 1964)
Anak :
1. Mohammad Azizan Shah
2. Rifqa Deni Amanah
3. Rizqa Deni Amanah

Pendidikan:
Madrasah Ibtidaiyah YPI Tanah Merah
Madrasah Tsanawiyah YPI Kuala Enok
Madrasah Aliyah YPI Kuala Enok
S1 IAIN Susqa Pekanbaru
S2 IAIN Susqa Pekanbaru

Pekerjaan : PD III Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska Riau
Penghargaan:
1. SPN (Anugerah Seni DKR) Bidang Teater/ Film 2006
2. Anugerah Seniman Berprestasi Seni Tradisional Bidang Teater Budsenipar 2006.
3. Sultan Teater Riau dari berbagai versi media cetak Riau
4. Raja Pantun dari Menteri Lingkungan Hidup 2007
5. Anugerah Sagang kategori Buku Pilihan Sagang 2008, Syair Siak Sri Indrapura Dar Al-Salam Al-Qiyam

Satu Tanggapan to “Saya, SPN GP Ade Dharmawi”


  1. Ass. pak ade bagaimana cara kami (seniman muda teater) inhil memajukan teater Inhil, jika yang di festifalkan hanya teater klasik saja, dan itupun masih dipegang oleh kaum tua.

    kapan yang muda bebas berekspresi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s