ade-dharmawiSeni pertunjukan teater di Riau, saat ini belum mampu menjadi sebuah industri yang layak dikembangkan untuk mampu mensejahterakan para pelaku seni yang terlibat di dalamnya. Sanggar-sanggar teater di Riau juga dinilai belum mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap perekembangan dunia teater itu sendiri. Lantas bagaimanakah nasib dunia industri keratif teater Riau di masa yang akan datang? Berikut wawancara reporter riaubisnis.com, Mukhtar dengan seniman Teater Riau, SPN GP Ade Dharmawi, M.Ag, beberapa waktu lalu di Pekanbaru.

Seperti apa Anda melihat perkembangan dunia seni di Riau saat ini?

Secara umum perkembangan seni teater di Riau sebetulnya sudah mampu menyebar ke sebahagian kabupaten dan kota yang ada di Riau. Namun kita melihatnya sudah ada upaya yang nyata dari tiap kabupaten dan kota untuk mengembangkan seni budayanya masing-masing. Seperti di Kabupaten Siak, ada acara Siak Bermadah yang selalu rutin dilakukan, atau di Indragiri Hilir ada acara Seindah Kata Seindah Tari yang senantiasa dilakukan dan acara serta festival lainnya yang rutin digelar. Walaupun belum sepenuhnya bisa dikatakan mengembirakan, namun banyak potensi daerah yang sudah berkembang dan itu hanyalah sebuah proses.

Namun saya membaginya menjadi dua bagian kegiatan, yaitu acara yang sudah menjadi tradisi, seperti balimau kasai, petang magang, pacu jalur, dan sebagainya. Tapi, ada juga yang sifatnya dikelola, seperti festival-festival itu tadi. Nah, saya melihatnya ini baru sebatas proses kreatif belum mengarah kepada hal yang lebih produktif sehingga yang muncul ke permukaan hanya orang serta lembaga itu saja setiap tahunnya. Akan halnya teater, saya mengatakannya kalau hal itu bisa disebut sebagai back to basic. (lebih…)